Senin, 02 November 2015

Candi serta Situ Cangkuang Garut, Pesona Wisata Alam Memukau

Rafting di Garut Yang Terbaik - Candi Cangkuang Garut, Pesona Wisata Alam Memukau – Jalan-jalan kami kesempatan ini menuju Situ serta Candi Cangkuang, suatu tempat wisata yang terdapat di Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Situ Cangkuang yaitu suatu situ yang ada di dalam kampung Pulo. Suatu candi berdiri di seberang situ. Untuk meraih candi, disiapkan rakit yang dapat disewa dengan tarif Rp. 3. 000, - untuk dewasa serta Rp. 2. 000, - untuk anak-anak. 

Situ serta Candi Cangkuang tak susah dijangkau dari tepi jalan raya Garut-Bandung. Untuk menuju ke tempat, dapat memakai delman yang berjejer di tepi jalan raya. Bila memakai kendaraan pribadi, cuma menggunakan saat lebih kurang 10 menit supaya dapat hingga di tepi Situ Cangkuang. 

Candi Cangkuang Garut 


Candi Cangkuang menaruh beragam cerita menarik. Konon beratus-ratus tahun lantas di Kampung Pulo ada seseorang putri Hindu cantik jelita. Datanglah seseorang panglima perang Mataram bernama Arif Muhamad. Dalam pelarian sesudah menanggung derita kekalahan melawan Belanda, ia bersua dengan sang putri, lalu jatuh cinta. Nyatanya cintanya tak bertepuk samping tangan, sang putri cuma mensyaratkan pada Arif Muhamad untuk dibuatkan suatu situ di yang dikelilingi oleh kampung. Esoknya apa yang di idamkan sang putri bisa dikabulkan, suatu situ yang lalu dinamai Situ Cangkuang. Arif Muhamad juga lalu menetap serta menebarkan agama Islam. 

Candi cangkuang ada 10 Km samping utara tarogong arah menuju ke Bandung, tepatnay di daerah Leles. Untuk menuju ketempat object wisata ini dari Kec. Leles, baisanya beberapa wisatawan memakai kendaraan deman (andong) yang unik. Situ yang dangkal ditutupi oleh bunga teratai yang indah. Cerita turun temurun itu diterangkan oleh Tatang, juru kunci Kampung Pulo, pria paruh baya, saat kami hingga di tempat Candi, memakai suatu rakit sewaan. Suatu candi setinggi delapan 1/2 mtr. berdiri, bersisian dengan makam Arif Muhamad. Suatu serasi kombinasi Islam-Hindu merasa kental. 

Situ Cangkuang Garut 

Pertama kalinya candi diketemukan pada 1966 oleh Harsoyo serta Uka Candrasasmita. Penemuan ini berdasar pada laporan Vorderman th. 1893. Sayangnya, candi Cangkuang diketemukan tidak berupa. Cuma bersisa 40 % saja puingnya yang 60 % yang hilang lantas di buat tiruan. Hingga pada 1976, candi itu utuh kembali. Pas di belakang komplek candi, ada rumah kebiasaan yang dengan bebas dapat dikilas balik. 

Rumah kebiasaan Kampung Pulo cuma sejumlah tujuh saja, tidak bisa lebih, juga tidak bisa kurang. Susunannya seperti huruf U, lingkungannya asri, tertangani, bersih, serta rapi. Jumlah ini lambang dari tujuh anak Arif Muhammad. Satu bangunan masjid melambangkan anak laki-laki. 

Enam yang lain berbentuk tempat tinggal, melambangkan anak wanita. ”Kalau anak telah menikah, dia mesti geser dari desa ini, namun bila ada rumah yang kosong, kelak di panggil kembali”Walau memeluk agama islam, warga kampung memengang garis keturunan wanita. Jadi, cuma anak wanita yang memiliki hak tinggal di desa, anak laki-laki mesti geser saat dewasa, terang Tatang.

Setelah anda selesai berkunjung ke Situ Bagendit Garut, pasti anda akan membutuhkan hotel untuk menginap anda jika anda kemalaman di jalan. Nah untuk itu, saya berikan daftar beberapa hotel di Garut yang dapat anda coba sebagai tempat bermalam anda malam ini.
  1. Hotel di Garut
  2. Hotel di Garut
  3. Hotel di Garut
  4. Hotel di Garut
  5. Hotel di Garut